projekt-heterologia


Tantangan Bagi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia
September 29, 2007, 4:33 am
Filed under: Articles

iydey2007

“Nobody knows what will happen in the future.
We have to propose something anyway…”
– Diskusi peserta IYDEY 2007

I

Ajang International Young Design Entrepreneur of the Year Award 2007 (IYDEY 2007) baru saja berakhir beberapa waktu yang lalu. Melalui inisiatif dari British Council, sejak tanggal 10 s/d 21 September 2007 kompetisi ini mempertemukan 10 finalis dari 10 negara yang terdiri dari Argentina, China, Estonia, India, Indonesia, Nigeria, Polandia, Slovenia, Thailand, dan Venezuela. Berbeda dengan kompetisi desain yang selama ini kita kenal, IYDEY 2007 melibatkan peserta yang memiliki latar belakang pengetahuan dan profesi yang beragam sehinga kita diajak untuk membayangkan dunia desain sebagai sebuah disiplin pengetahuan yang memiliki pengertian yang luas dan sangat cair.

Hal ini misalkan tercermin dari beberapa peserta semisal Manuel Rapoport (Argentina), Ruttikorn Vuttikorn (Thailand) dan Martin Bricelj (Slovenia). Manuel Rapaport adalah seorang desainer mebel yang juga bekerja sebagai aktifis pemberdayaan masyarakat dan pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan di Patagonia, sebuah daerah terpencil di Argentina bagian selatan. Lewat studionya, ia kerap melibatkan komunitas masyarakat setempat untuk terlibat dalam pengembangan desain yang ramah lingkungan. Ruttikorn Vuttikorn adalah seorang desainer boneka yang juga kerap aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengupayakan pengembangan desain boneka untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Sementara Martin Bricelj adalah seniman new media yang kerap berkarya di ruang publik dengan memanfaatkan pengetahuan di bidang desain dan teknologi baru untuk mengekspresikan berbagai pandangan tentang berbagai persoalan yang ada di masyarakat.

Selama kurang lebih 10 hari, kompetisi ini mengajak para peserta terlibat dalam serangkaian kegiatan kunjungan, wawancara, dan diskusi dengan berbagai pihak dan organisasi yang terkait dengan bidang desain dan industri kreatif di London dan Glasgow. Sejak hari pertama, para peserta diajak untuk mengunjungi berbagai biro desain, studio arsitektur, toko, butik, agensi publik, lembaga riset, universitas, museum, galeri maupun berbagai institusi dan komunitas lokal yang memiliki kaitan yang khusus dengan perkembangan desain maupun industri kreatif di Inggris. Melalui program ini, para peserta diajak untuk melihat secara langsung pranata dunia desain dan industri kreatif Inggris yang begitu komplit. Mulai dari institusi formal, lembaga pendidikan, agen, studio, toko sampai pada keberadaan berbagai komunitas dan institusi yang kerap melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghimpun berbagai pengetahuan dan informasi yang terkait dengan perkembangan desain maupun industri kreatif secara umum.

iydey2007

Diakhir program, sebagian peserta berkesempatan untuk menampilkan karya terbaik dari negara masing-masing dalam pameran 100% Design yang diselenggarakan di Earls Court London mulai tanggal 18 s/d 21 September 2007. Acara tahunan ini merupakan ajang istimewa yang mempertemukan para pelaku industri desain produk dan interior dengan berbagai pihak yang secara langsung berkepentingan dengan industri ini. Selain menampilkan karya desain dan penemuan terbaru di bidang material dan teknologi, kegiatan ini juga menyelenggarakan berbagai konferensi, presentasi dan diskusi yang melibatkan para pelaku industri kreatif dari berbagai negara. Sayang dalam kesempatan ini Indonesia urung menampilkan karya craft kontemporer dari Ahadiat Joedawinata karena mendapat masalah dalam proses pengiriman karya ke Inggris.

Sementara itu, Sigal Cohen (Venezuela) tampil sebagai pemenang untuk kompetisi IYDEY 2007. Sigal adalah seorang desainer multimedia yang kerap bekerja dengan menggunakan media digital. Untuk kompetisi ini, ia secara khusus melakukan penelitian mengenai perkembangan budaya visual dan desain grafis di Venezuela. Selain itu, ia juga merancang sebuah platform online yang akan dikembangkan menjadi database visual dan sumber inspirasi artistik bagi para desainer di Venezuela. Yang menarik, platform ini juga dapat digunakan secara interaktif, sehingga setiap orang dapat berkontribusi dan terlibat secara aktif dalam setiap proses penyusunan content. Untuk proyek ini, Sigal mengadaptasi perkembangan web 2.0 dan aplikasi social networking yang memang sedang marak berkembang di jagat internet selama beberapa tahun terakhir ini.

picnic07

II

Sehari setelah pelaksanaan kegiatan IYDEY 2007 selesai, saya kemudian menjadi peserta dalam sebuah konferensi yang bertajuk PICNIC’07/Cross Media Week yang diselenggarakan pada tanggal 25 s/d 29 September 2007 di kota Amsterdam. Penyelenggara kegiatan ini adalah Cross Media Week Foundation yang terdiri dari sekelompok orang yang berasal dari beragam disiplin pengetahuan dan institusi yang saling berbeda. Organisasi ini didirikan oleh Bas Verhart (CEO Media Republic) dan Marlen Stikker (Direktur Waag Society), dengan anggota yang terdiri dari para peneliti, konsultan dan pelaku bisnis yang terkait dengan perkembangan teknologi dan industri kreatif di negeri Belanda. Diselenggarakan untuk yang ke dua kali, PICNIC’07 merupakan sebuah acara tahunan yang secara khusus mencermati perkembangan teknologi dan industri media terkini di wilayah Eropa, Amerika Utara dan Asia.

Dalam program ini, dilaksanakan serangkaian konferensi yang menghadirkan para pembicara yang terdiri dari seniman, desainer, arsitek, peneliti, programer, hacker, sampai pada para pelaku bisnis yang terkait dengan perkembangan di bidang teknologi dan industri media. Beberapa pembicara yang hadir antara lain adalah Prof . Dr. Emile Aarts (Philips Research Laboratories), David Silverman (Sutradara The Simpsons), Stefan Sagmaeister (Desainer pendiri Sagmeister Inc.), Sir Richard Branson (Pemilik Virgin Records), dsb. Di depan ratusan peserta, selama beberapa hari para pembicara ini memaparkan berbagai aspek yang terkait dengan pengembangan kreatifitas, mulai dari sisi proses sampai pada berbagai informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan perkembangan di bidang kreatifitas, teknologi dan bisnis.

picnic07

Diantara sekian banyak pembicara juga hadir Woody Gershenfield, seorang aktor yang dikenal sebagai pemeran Larry Flynt dalam film The People vs. Larry Flynt (1996). Selain bekerja sebagai seorang aktor, Woody Gershenfield juga seorang aktifis yang banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan lingkungan hidup yang memperjuangkan kelestarian hutan dan mencegah penebangan kayu liar. Kehadirannya dalam acara ini terkait dengan salah satu agenda PICNIC’07, yaitu program kampanye pelestarian lingkungan hidup dan antisipasi perubahan iklim global. Untuk itu, khusus dalam PICNIC’07 diselenggarakan Picnic Green Challenge yang mengajak berbagai pihak untuk berkompetisi menciptakan teknologi yang berguna bagi perbaikan kondisi lingkungan hidup yang saat ini tengah mengalami kerusakan yang parah. Dalam kompetisi ini Igor Kluin tampil sebagai sebagai pemenang setelah bersaing dengan 439 peserta dan berhak mendapatkan hadiah sebesar 500.000 euro. Igor merancang QBox yang berfungsi sebagai instrumen penunjang jaringan energi alternatif yang dapat memonitor dan mengoptimalkan penggunaan energi rumahan secara otomatis.

Selain konferensi, acara ini juga menampilkan serangkaian presentasi, diskusi, pameran, pemutaran film, konser musik dan berbagai kegiatan yang memungkinkan para pelaku yang berasal dari beragam latar belakang disiplin pengetahuan dan profesi untuk saling berkenalan dan membangun jaringan kerjasama, baik dalam konteks lokal maupun internasional. Untuk kegiatan ini – atas dukungan Hivos (Sebuah organisasi non-profit yang berasal dari Belanda) – kesertaan saya dalam program PICNIC’07 juga terkait dengan upaya untuk membangun jejaring kerjasama selatan-selatan yang rencananya akan melibatkan beberapa medialab yang berada di wilayah India, Indonesia dan Brazil. Melalui inisiatif yang dimotori oleh Sarai Media Intiative (India), gagasan ini juga mendapatkan sambutan positif dari Waag Society (Belanda) dan Metareciclagem (Brazil). Upaya untuk membangun jaringan kerjasama selatan-selatan ini terutama ditujukan untuk menjembatani kesenjangan informasi dan pengetahuan yang masih menjadi endemi diantara komunitas masyarakat sipil di negara-negara yang terletak di bagian selatan dunia. Diharapkan melalui jaringan kerjasama selatan-selatan, Indonesia dapat menjadi salah satu motor penggerak yang menjembatani berbagai bentuk kesenjangan yang terjadi diantara negara maju dan negara berkembang.

picnic07

Salah satu program yang banyak menarik perhatian publik dalam kegiatan ini adalah demontrasi mengenai perkembangan teknologi radio frequency identification device (RFID) yang dipresentasikan oleh kelompok Mediamatic (Belanda). Salah satu karya ciptaan mereka adalah Trace Table yang mampu menghimpun berbagai informasi personal yang dimiliki oleh setiap orang melalui piranti RFID yang mereka punya. Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi perkembangan teknologi RFID telah memicu banyak kontroversi yang terkait dengan isu dibidang keamanan dan privasi. Sekeping sirkuit logam tembaga yang dapat memancarkan dan menerima sinyal berisi data dan informasi ini memang mulai banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Di beberapa negara, teknologi ini mulai dimanfaatkan sebagai kartu cerdas yang dapat memuat data dan informasi yang spesifik – mulai dari passport sampai pada pemindai pola sirkulasi produk industri – sehingga dicurigai dapat membobol informasi yang bersifat sangat pribadi.Program lain yang tidak kalah menarik adalah presentasi dari FabLab (www.fablab.nl) yang menampilkan workshop mengenai cara merakit printer 3 dimensi secara mandiri.

III

Berkaca dari kedua kegiatan di atas, secara jelas kita dapat melihat bagaimana penguasaan di bidang informasi, pengetahuan dan kreatifitas saat ini tengah menjadi titik sentral dalam perkembangan budaya secara global. Hal ini setidaknya juga ikut mengarahkan perkembangan di bidang teknologi dan bisnis yang memanfaatkan kreatifitas manusia sebagai ujung tombaknya. Sejak pertengahan tahun 1990-an, perkembangan di bidang informasi, pengetahuan dan kreatifitas juga ikut memicu lahirnya wacana mengenai industri kreatif yang saat ini telah menjadi fenomena global. Selain di negara maju, perkembangan industri kreatif setidaknya juga tumbuh secara pesat di beberapa negara berkembang semisal Cina, India, Brazil, Argentina, Meksiko dan bahkan Burkina Faso yang terletak di daratan Afrika. Di beberapa negara ini konon sektor ekonomi kreatif memberikan sumbangan GNP sebesar 3% (OAS Culture Series, 2003).

Di Inggris dan Belanda, sektor ekonomi kreatif tercatat memberikan kontribusi bagi penciptaan lapangan kerja baru sampai sebesar 30% (Richard Florida & Irene Tinagli, 2004). Tidak mengherankan kalau pemerintah di masing-masing negara menggenjot perkembangan sektor ekonomi kreatif dengan mendorong berbagai inisiatif masyarakat sipil untuk meningkatkan kemampuan di bidang kreatifitas dengan menciptakan berbagai kebijakan publik yang mengambil fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perkembangan teknologi. Selain itu, di banyak negara maju pemerintah setempat kerap menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat sipil agar dapat mendorong penguasaan di bidang informasi dan pengetahuan secara luas. Untuk itu diciptakanlah berbagai kebijakan dan insentif yang dapat memicu pertumbuhan di bidang sektor kreatif dengan melibatkan pemerintah, lembaga keuangan, institusi pendidikan formal, dan berbagai kelompok independen yang menjadi tulang punggung bagi perkembangan ekonomi kreatif.

Di Indonesia, perkembangan sektor ekonomi kreatif juga disinyalir tengah berkembang pesat di beberapa kota besar selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Melalui inisiatif komunitas anak muda di beberapa kota semisal Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, berbagai benih yang memicu pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat lokal telah mampu melahirkan karya film, animasi, fesyen, musik, software, game komputer, dsb. Beberapa diantara pelaku ekonomi kreatif ini malah telah mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karyanya di ajang internasional dan diterima dengan tangan terbuka. Yang mengagetkan, keberadaan talenta baru ini muncul tanpa infrastruktur yang memadai dan bahkan minim akan fasilitas. Berbeda dengan perkembangan sektor ekonomi kreatif negara maju yang didukung penuh oleh pemerintahnya, perkembangan sektor kreatif di Indonesia kebanyakan dipicu oleh terbukannya akses informasi dan pengetahuan yang didapat melalui internet. Selain itu kemunculan berbagai komunitas kreatif ini juga berkembang berkat intuisi untuk bertahan hidup di tengah masa-masa sulit. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila ditengah segala keterbatasan beberapa komunitas ini mampu melahirkan karya yang berkualitas, walau beberapa diantaranya disinyalir tercipta melalui penggunaan software bajakan.

Pemerintah sendiri akhir-akhir ini terlihat getol menyuarakan pentingnya mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya untuk keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. Dalam Pekan Produk Budaya Indonesia, Presiden SBY menyatakan kalau ekonomi kreatif merupakan modal utama pembangunan ekonomi di gelombang empat peradaban (11/07/07). Hal ini tentu saja dapat kita artikan sebagai angin segar, walaupun wujud kongkrit bagi pengembangan sektor kreatif di dalam negeri masih merupakan tanda tanya besar. Setidaknya sampai saat ini sudah ada banyak pameran, seminar, workshop, usulan dan artikel di media massa yang membicarakan perkembangan ekonomi kreatif secara panjang lebar. Namun sayangnya upaya ini belum menunjukan kalau perkembangan ekonomi kreatif mendapatkan dukungan yang berarti dari berbagai pihak. Kalaupun ada, hampir semua mengambil fokus pada pembangunan infrastruktur (fisik) dan minim sekali perhatian pada peningkatan sumberdaya manusia melalui peningkatan akses terhadap informasi dan pengetahuan. Oleh karena itu, keinginan Presiden SBY untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan yang dapat memberikan kontribusi penting bagi ekonomi nasional di masa depan bisa dikatakan masih merupakan mimpi yang entah kapan bisa menjadi kenyataan.

Kyai Gede Utama, 12 Oktober 2007



Nu-Substance Festival 2007: Final Round, Bandung – Indonesia
August 29, 2007, 3:00 pm
Filed under: News

Nu-Substance 2007 webflyer

After having a huge success for series of program and activities in the last two rounds of Nu-Substance Festival 2007, Common Room Networks Foundation in collaboration with FFWD Records presents the final round of Nu-Substance Festival 2007. Following its previous events, this time the festival is equipped with another series of DIY media workshop, multimedia performance, electronic music concert and party events that presents a wide range of artist, designer, programer and musician from the field of electronic music and media arts.

PARTICIPANTS:
Tranquility (BDG/INA), DASA (BDG/INA), DMZ (BDG/INA), Xonad (BDG/INA), Java Bass (JKT/INA), Nightmare Eclectic (BDG/INA), DxxxT (BDG/INA), Marine (BDG/INA), Egga (BDG/INA), Cheyenne (JKT/INA), Chainsmokingbastard (BDG/INA), Bayu/Motion Ninja – UVG (JKT/INA), Erik M. Pauhrizi (BDG/INA), Gigi Priadji (BDG/INA), Indra Nugraha (BDG/INA), Sir Dandy (BDG/INA), Ryan Koesuma (BDG/INA), Bramantya Rachman (BDG/INA) & Asosiasi Desain Grafis Indonesia/ ADGI (JKT/INA)

Nu-Substance 2007 webflyer

PROGRAM SCHEDULE & ACTIVITIES

Friday, 31st of August 2007, 18.30 – 21.00 WIB
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No: 8
REALTIME CINEMA PROJECT: REALITIES.RMX
Featuring: Chainsmokingbastard (Biosampler/ UVG), Erik M. Pauhrizi, Gigi Priadji (Souldelay) & Indra Nugraha (Souldelay)

**Free admission with limited seat (For reservation please call Common Room, +62.22.70800620)

Saturday, 1st of September 2007, 15.30 – 17.30 WIB
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No: 8
DIY Media Workshop (Podcasting, Multimedia Blogging and Graphic Design)
Featuring: Ryan Koesuma (www.deathrockstar.info), Bramantya Rachman (www.qinkqonk.com), Sir Dandy (www.monikceltic.com) & Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI)

**Free admission with limited seat (For reservation please call Common Room, +62.22.70800620)

Saturday, 1st of September 2007, 22.00 – 03.00 WIB
Kyooki Lounge, Jl. Braga No: 21
Electronic Music Gathering
Featuring: Tranquility (BDG/INA), DASA (BDG/INA), DMZ (BDG/INA), Xonad (BDG/INA) & Java Bass (JKT/INA)
Visual by Bayu/Motion Ninja – UVG (JKT/INA)

Sunday, 2nd of September 2007, 15.30 – 17.30 WIB
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No: 8
Public Discussion
Featuring: Chainsmokingbastard (Biosampler/ UVG), Erik M. Pauhrizi, Gigi Priadji (Souldelay) & Indra Nugraha (Souldelay)

**Free admission with limited seat (For reservation please call Common Room, +62.22.70800620)

Sunday, 2nd of September 2007, 18.30 – 22.30 WIB
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No: 8
Costume Party: Protean Calling!!!
Featuring: Marine (BDG/INA), Egga (BDG/INA), Nightmare Eclectic (BDG/INA), Cheyenne (JKT/INA) & DxxxT (BDG/INA)

**Free admission with limited seat (For reservation please call Common Room, +62.22.70800620)

For more information please call Common Room at +62.22.70800620 or visit us at
Jl. Kyai Gede Utama No. 8, Bandung – Indonesia
Bandung 40132
West Java – Indonesia
URL: www.commonroom.info

This program is being initiated by Bandung Center for New Media Arts/Common Room Networks Foundation in collaboration with FFWD Records and supported by Arts Networks Asia (www.artsnetworkasia.org), a group of independent artist, cultural workers and arts activists primarily from Southeast Asia that encourages and supports regional artistic collaboration as well as develops managerial and administrative skills within Asia.



IntenCITY/ LOWAVE Video Art & Experimental Cinema Screening , Bandung – Indonesia
August 24, 2007, 8:43 am
Filed under: News

Lowave Poster

IntenCity/ LOWAVE Video Art & Experimental Cinema Screening presenting works from 10 artists who came from 9 countries, which working in the context of urban situation. IntenCity is a compilation of works that is never been published before and offering a new perspective on cityscape and its artistic perception on video art and experimental cinema.The program is being prepared by LOWAVE, an independent distribution label that offers a new approach in working on urban issues in the context of contemporary cinematography. Some films that is included in this compilation are reflecting a rich and original view from its respective artists, mostly collected in the past three years from various sources and compilation such as City2City, Visions Urbaines, HC Gilje: Cityscapes, and Valerie Pavia.

Within this hybrid mix, most of the artists explores their work from the stream of crowded human interaction, modern buildings and cityscape. Working with fragment of pictures and noises, most of artists tries to reconstruct without neglecting narrative aspect in city life, with realistic, poetic, and Utopian views.

LOWAVE is an independent DVD label with the objective of discovering and promoting contemporary film and video art. Its ambition is to create a new marketplace for the work of cutting-edge artists and filmmakers, under recognized by the traditional distribution channels, by making them accessible to the public via the DVD format. With DVD, experimental film can finally find an audience beyond the film festival circuit. (More info please visit: www.lowave.com).

Besides showing some works from LOWAVE artists, this program is also equipped with special screening that is coordinated by VideoBabes, which will show 10 works from local artists that presents diverse perception on cityscape based on their own perspective. From this compilation, VideoBabes invite us to explores various form of cityscape through rich collection of building blocks and personal memory, besides reflection of urban souls that is appear in public toilets and TV screen, which stuck in the corner of city space. While exploring a distinct form of urban surroundings, this compilation also offers an intimate approach in understanding city life from its inhabitants.

IntenCITY/ LOWAVE video compilation:

HC Gilje (Norwegia) / H.K. Mark I
Marina Chernikova (Russia) / Crossings
Kentaro Taki (Japan) / Exchangeable Cities
Nose Chan (China) / Nil
Valérie Pavia (French) / Esquisses : Berlin – Pigalle – Moscou
Vincent et Franck Dudouet & Adolph Kaplan (French) / Hors Chants
Stefano Canapa (French/ Italy) / Promenaux
Roger Beebe (USA) / The Strip Mall Triology
Ulrich Fischer (Swiss/ Germany) / Es geht auch schneller
Egbert Mittelstädt (Germany) / Fall In Fall Out. Timaios 3rd and 5th Moment

VideoBabes video compilation:

Prilla Tania / A Short Story from Mom and Me
Rizaldi Fakhrudin / One Creative Way to Live in a Creative City
M. Akbar / My Little Corner of the World
oQ Adiredja / Me vs. Angkot
Yusuf Ismail / Flushed Memory
Muhammad Reggie Aquara / Album: Traveling Without Moving
Yusuf Ismail / I hate to be in the middle of the crowd during Saturday night in Dago street
Ariani Darmawan / City of Desire
R. E. Hartanto / City Series No. 2
Andi Bini Fitriani / Urban Puppet

In conjuction with screening program, there will be public discussion that is presenting two artists from LOWAVE:

Silke
Silke Schmickl
Silke Schmickl was born in Germany in 1974. She studied Art History and Intercultural Communications in Munich and in Paris where she completed her diploma at the University of Paris (Sourbonne) in 2001. She’s been a researcher at the German Center for Art History in Paris since 2000. She has published a book on Museum Photographs by Thomas Struth. In 2002, she co-founded LOWAVE where she is responsible for the conception and production of art projects as well as their distribution in partnership with international cultural organizations.

Thomas
Thomas Lambert
Thomas Lambert was born in France in 1977. A film buff since his early days, he’s been exploring different technical aspects of cinema. He completed a degree in cinema in 2004. Since then he’s been working on a number of projects as cameraman, editor, and musician. He is responsible for DVD authoring and project managing the technical requirements of Lowave’s projects.

PROGRAM SCHEDULE & ACTIVITIES

Wednesday, 29th of August, 06.00 – 09.00 PM
Auditorium CCF Bandung
Jl. Purnawarman No: 32

Video Screening:
IntenCITY – LOWAVE and VideoBabes video compilation part. 1

Presentation IntenCITY – LOWAVE:
1. Silke Schmickl
2. Thomas Lambert

Thursday, 30th of August, 06.00 – 09.00 PM
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No: 8

Video Screening:
IntenCITY – LOWAVE and VideoBabes video compilation part. 2

Public Discussion:
Presenting some artists from IntenCITY – LOWAVE and VideoBabes.

29 – 30 August, 11.00 AM – 06.00 PM
Rumah Buku, Jl. Hegarmanah No: 52

Video installation (loop)

This program is being organized together by CCF Bandung, Goethe-Institut Indonesia , VideoBabes (Rumah Buku) & Common Room Networks Foundation.

More information please contact:
CCF – Bandung, +62.22.421.2417 (Windie)
Rumah Buku, +62.22.203.9615 (Rani)
Common Room, +62.22.70.800.620 (Mbak Nunung)



END FRAME VIDEO ART PROJECT II: DAILY DISCLOSURES, CALL FOR ENTRIES
August 24, 2007, 6:36 am
Filed under: News

The End Frame Video Art Project II: Daily Disclosures calls for entries to the Philippines ’ video art festival taking place at Shangri-la Plaza on 12 – 16 October 2007 after its first run last year. Presented by Visual Pond, the National Commission for Culture and the Arts, Listening in Style, Shangri-la Plaza and Rodriguez de Alba Foundation for Creative Advocacy in partnership with Pablo and The One Minutes, the End Frame Video Art Project aims to call attention to and create discussion on video art done by Filipino artists and experimental filmmakers, both here and abroad.

The theme of this year’s video art festival Daily Disclosures calls attention to art in the everyday, particularly the increasing relevance of video art in the face of the constant bombardment of heightened technology in people’s daily activities. Adding an international dimension to the project is the collaboration with The One Minutes, an organization based in the Netherlands that collects one minute video artworks all over the world. As the Philippine partner, Visual Pond is collecting Philippine one minutes through End Frame to enter in The One Minutes Awards in November 2007. All one minutes entered in End Frame will also be eligible for a screening of Philippine one minutes for the Olympic One Minutes exhibit to take place in Beijing in 2008 right before the Summer Olympics.

Those wishing to enter the festival can enter a video artwork of any theme. An artist may opt to submit a one minute work or a work of any length. Filipino citizens/residents as well as those of other nationalities may submit. The videos will be screened by a selection committee composed of Peque Gallaga, Fatima Lasay, Eileen Legaspi-Ramirez, Jun Sabayton and Kidlat Tahimik.

Submission forms along with more detailed information are available at the End Frame website at http://endframe.visualpond.org. Mail or drop off entries, submission forms and resumes in sealed short envelopes at Listening in Style, 5F, Shangri-la Plaza , EDSA, Ortigas.* Deadline for one minute entries is 5 September 2007 and entries of other time lengths must be submitted before or on 12 September 2007. For inquiries, contact Lisa or Rica at +639175357955/ +639178170198 or email visualpond@gmail.com.

*Alternative drop off point: Ateneo Art Gallery, G/F Rizal Library, Ateneo de Manila University, Katipunan Avenue, Loyola Heights, Quezon City, Philippines 1108.



ISEA 2008 :: Singapore :: July 25 – August 3 2007
August 23, 2007, 10:46 am
Filed under: News

Call for Papers, Panels and Artist Presentations

We cordially invite submissions to the conference of the International Symposium on Electronic Art 2008 that will be held in Singapore between 25th – 30th July 2008. The conference is held alongside workshops, courses, exhibitions, performances and other in-conjunction events that will be held for the duration of ISEA2008 from 25th July to August 3rd 2008.

The conference, as in previous ISEAs, is expected to bring together artists, theorists, historians, curators and researchers of media arts from around the world to jointly explore the most urgent and exciting questions in the field. The five themes of ISEA2008 are especially focused on eliciting a wide range of international scholars and artists.

Conference Programme

The conference programme will include competitively selected, peer-reviewed individual papers and panel presentations. This year we are also encouraging artists who wish to share their works with a broader audience of their peers to submit artist presentations where they can speak about the specific aesthetic, conceptual and technological aspects of their works. The conference also promises to present a list of internationally renowned Keynote Speakers expounding on the major themes of the conference. There will also be a special lecture delivered by a Nobel Laureate.

Call for Proposals

We welcome contributions from creative practitioners and researchers from a variety of disciplines and institutional contexts as media arts benefits from and exemplifies the interdisciplinary linkages between contemporary art, science, technology and their related philosophies, pedagogies and institutional practices. The submissions must address or be of relevance to at least one of the themes of ISEA2008 in order to be considered for inclusion in the conference. The conference will be of interest to those working in but not limited to the following areas: media art, contemporary art, design, art history and theory, film and media studies, gaming, toy design, human-computer interaction, cultural studies, literary studies, musicology, sound studies, theatre, dance and performance studies, science, technology and society studies, history of science and history of technology, philosophy, history, gender studies, political science, anthropology, sociology and geography.

Submission requirements:

We only require abstracts (not more than 300 words) of the proposed paper, panel presentations and artist presentations to be submitted in either Text, RTF, Word or PDF formats via this site. Please do not submit full papers at this stage. While we encourage submissions to include relevant images, it would be useful if the formats in which such images are submitted is restricted to low resolution jpegs. In the case of submissions for artists’ presentations, artists are encouraged to provide links to their and/or relevant websites.

The deadline for submissions will be 31st August 2007. Submissions sent after this date will not be considered.

More info: http://www.isea2008.org/cfp.html



Roundup: Multimedia Blogging & Podcasting Workshop @ r-ICT / Portable.MediaLab
August 13, 2007, 8:45 am
Filed under: News, Projects

By Ryan Koesuma (http://www.deathrockstar.info)

Just finishes the workshop this afternoon. It turned up to be a meaningful experience. What I thought was gonna be a simple and casual Q&A (based on what Gustaff described to me before) turned up to be a really really serious seminar in a meeting room. I was panicked as shit, since I didn’t really prepared any arranged materials. So I had to improvised and let the adrenaline and narcissism do the talking. On the other hand, beside the mumbling habit, I think I do fine.

About 50 people or so showed up, the meeting room is quite full. The crowd varies, from highschool students to middle-aged citizens. I didn’t noticed that much. But there were no questions at all in sessions, only after that people started coming to me to ask for questions. I guess it’s a normal habit for the people here.

Thanks to Gustaff, Reina, Mbak Nunung, Bram and the rest of the folks. I hope someday we could do something like this again.

If you haven’t come to the conference, please come, there will be a screen print workshop by Luki, VJ workshop by Niang, and music-making workshop by Dina, also performances by Polyester Embassy and Rock N Roll Mafia this afternoon.



Portable.MediaLab At r-ICT 2007
August 13, 2007, 8:43 am
Filed under: News, Projects

Portable Medialab - click to enlarge

Common Room Networks Foundation in collaboration with monikceltic & FFWD Records presents:

Portable.MediaLab

At r-ICT 2007 (International Conference on Rural Information and Communication Technology 2007) / Digital Culture Exhibition
AULA BARAT ITB, 6-7 August 2007

Portable.MediaLab is being initiated to host several projects & activities in the public sphere in order to develop network of creative resources/ knowledge in the public domain. Portable.Medialab program & activities consist of:

  • DIY Media Workshop: Short training on ‘how to’ produce/distribute information & knowledge with simple medium and technology that is embedded in our daily life & surroundings. (ZINE, podcasting, blogging, etc.)
  • Video Screening: Showing wide range of video works, started from music videos, short films, experimental videos, etc. This program will engage local video artists, besides showing some works from regional and international artist/film producer.
  • Live Performance: Street music/sound/visual performance that present some work from young artists/collective.

Program Schedule:
Media Experimentation (6-7 August 2007)
Video Streaming Project (6-7 August 2007, in collaboration with TV KAMPUS & USDI-ITB)
DIY Media Workshop (7 August 2007):

  • Multimedia Blogging
  • Podcasting
  • Graphic Design
  • Screen Printing

Multimeda Performance (7 August 2007)

Participating artists & collective:

*More information & workshop submission please call Nunung at +62.22.70800620, or visit us at:

Common Room
Jl. Kyai Gede Utama 8
Bandung 40132
West Java – Indonesia

URL:
www.commonroom.info
www.monikceltic.com
www.ffwdrecords.com
www.projektheterologia.wordpress.com

**This project is also supported by ANA – Arts Network Asia (www.artsnetworkasia.org), group of independent artist, cultural workers and arts activists primarily from Southeast Asia that encourages collaboration initiated or site in Asia and carried out together with Asian artists.

r-ICT Program Schedule:

Monday, 6 August 2007

  • 08.30 – 09.00
    Opening r-ICT, Digital Culture Exhibition, Launching ITB-TV
  • 09.30 – 11.00
    Workshop Program: Thumbdigital
  • 11.00 – 11.45
    Collaborative Performance: Terah and Pandhyta
  • 13.00 – 15.00
    Wayang Golek Performance: Dadan Sunandar Sunarya (Puppet Master)

Tuesday, 7 August 2007

  • 09.00 – 10.30
    Thumbdigital Screening
  • 10.30 – 12.00
    Workshop Program: Multimedia Blogging and Podcasting
  • 12.00 – 13.30
    Workshop Program: Graphic Design
  • 13.30 – 15.00
    Workshop Program: Screen Printing
  • 15.00 – 15.45
    Music Performance: Polyester Embassy
  • 15.45 – 16.30
    Music Performance: RNRM