Filed under: SoundLab
From our last lovely afternoon. I did the bassline, Peyi took the vocals and do some spoken words. Niang plays noise from the sound of his laptop processor while he has to defragmenting his old machine. All material was recorded by Andi Sugandi from Bandung Linux Club. You can hear the result at this link.
Filed under: SoundLab

Jaeger Boy Transistor is an experimental electronic rock music project that started in early 2004. This project was initiated by Ni’ang, a multimedia experimentalist who works with both audio and visual machinery, and involves Gustaff H. Iskandar (media artist & researcher), Egga (graphic designer, media artist and DJ), Dandy aka Achong (graphic designer and front man of the Avant-rock band Teenage Death Star) & Hendra (electronic music producer and the founding member of electro pop band Rock N Roll Mafia). Their music is influenced by punk, new wave, electro, but basically rock. Best listened in a smoke filled club filled with drunk scantily-clad pseudo models. You can download their music here!
Filed under: Notes
Urang geus terlanjur percaya Ndro…udah di forward ke milis2 yang lain. sorry. Analisa lemet masuk di akal dan lubuk hati urang sih.
On 1/16/07, Hendra Kusumah <hendro93@gmail.com> wrote:
Hahaha… gelo siah… Rekan2.. mohon jangan terhasut kata-kata provokator ulung kita.
Salam,
Hendro.
On 1/16/07, Andrianto Soekarnen <aSoekarnen@gmail.com > wrote:
Politik Indonesia sangat dipengaruhi kisah asmara Hendro.
Seingat saya, menurut teori konspirasi yang sempat tercipta ketika itu, Suharto jatuh gara-gara Hendro naksir Ei. Supaya bisa ketemu di Satgas–jadi perlu ada Satgas–dibuatlah konspirasi menjatuhkan Suharto lewat krisis ekonomi buatan. Tujuannya: mahasiswa bergerak dan Hendro bisa ketemu Ei di Satgas.
Pemilu 1999 yang dimenangkan PDI-P juga hasil konspirasi Hendro saat mengejar-ngejar Seli (ini Seli yang lain lagi). Agar bisa ketemu Seli–alhamdulillah hubungan ini sampai pelaminan–Hendro nekat mendorong diadakannya Pemilihan Umum 1999.
Kelak, kalau Fauzi Bowo benar menjadi gubernur DKI dengan sokongan PDI-P, tak pelak ia adalah korban akal-akalan Hendro yang sebetulnya sekedar ingin bisa sering bertemu dengan anaknya yang konon OK itu.
Hendro ini mirip tokoh di film The English Patient. Masih ingat? Gara-gara ingin menyelamatkan si tokoh perempuan–yang sebetulnya telah bersuami, si pasien Inggris nekat menjual peta ke pasukan Nazi yang akhirnya menyebabkan sekutu pontang-panting di Afrika Utara (dan banyak korban mati).
Edun lah … kaya cerita fiksi.
Hidup Hendro!!! The Indonesian Patient!
On 1/16/07, Hendra Kusumah <hendro93@gmail.com > wrote:
Mohon maaf… meski agak terlambat, saya terpaksa harus mengklarifikasi pernyataan Sdr. Andri yang menuduh saya akan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI. Fakta sebenarnya adalah bahwa saya saat ini sedang mencalonkan diri sebagai Menantu Calon Gubernur DKI Sdr. Fauzi Bowo… hehehehe….:p





